by

Alasan Kominfo Larang Sebar Video Penembakan Brutal di Selandia Baru

banner 728x90

Makassar- Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), mengimbau warganet untuk tidak menyebarluaskan kasus penembakan brutal di masjid di Selandia Baru, Jumat (15/3/2019). 

Aksi terorisme oleh seorang pria yang menyerang jamaah Masjid Linwood Avenue dan Masjid An-noor. Penyerangan membabi buta yang menewaskan 49 warga.

banner 400x130

Para korban adalah jamaah salat Jumat. Beberapa di antaranya adalah warga negara Indonesia.

Video penyerangan tersebar di sosial media. Rekaman diunggah oleh pelaku sendiri, menurut jamak sumber media di Selandia Baru.

Video tersebut sudah marak beredar di Indonesia, termasuk di Makassar, Sulsel.

Plt. Kepala Biro Humas Kominfo Ferdinandus Setu menyampaikan, warganet dan masyarakat tidak menyebarluaskan atau mem-viral-kan konten baik dalam bentuk foto, gambar, atau video yang berkaitan dengan aksi kekerasan berupa penembakan brutal yang terjadi di Selandia Baru.

Kominfo juga mendorong agar masyarakat memperhatikan dampak penyebaran konten berupa foto, gambar atau video. 

Tindakan tersebut dapat memberi oksigen bagi tujuan aksi kekerasan, yaitu membuat ketakutan di masyarakat. 

“Konten video yang mengandung aksi kekerasan merupakan konten yang melanggar Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” tulis Ferdinandus Setu melalui laman Kominfo.go.id.

Kementerian Kominfo terus melakukan pemantauan dan pencarian situs dan akun dengan menggunakan mesin AIS setiap dua jam sekali. 

Kominfo juga bekerja sama dengan Polri untuk menelusuri akun-akun yang menyebarkan konten negatif berupa aksi kekerasan.

Masyarakat diminta melaporkan akun yang menyebarluaskan video melalui aduankonten.id atau akun twitter @aduankonten(*)

Sumber: Kominfo

Comment