by

Bolehkan Acara Sosial Budaya dan Keagamaan, Pemda Wajo Rilis Protokol Pengendalian Covid-19

banner 728x90

Wajo – Pemerintah Daerah kabupaten Wajo merilis Protokol Cara Pengendalian Penularan Corona untuk Acara Sosial Budaya dan Keagamaan. Hal tersebut dituangkan dalam Surat Edaran bernomor : 400/179/Kesra tertanggal 8 Juni 2020.

Bupati Wajo, Amran Mahmud, mengatakan pihaknya telah memerintahkan kepada seluruh Camat dan Kepala Desa serta Lurah untuk mensosialisasikan ke seluruh masyarakat di wilayahnya, mengenai tata cara pelaksanaan acara sosial, budaya, kemasyarakatan dan keagamaan seperti pernikahan, aqiqah, syukuran, ulang tahun dan hajatan lainnya.

banner 400x130

Bupati mengatakan sebaiknya masyarakat tetap menghindari penyelenggaraan acara yang melibatkan massa yang tidak memungkinkan menjaga jarak (physical distancing) terutama di ruangan tertutup karena penyelenggaraan acara tersebut dapat menyebabkan terjadinya penularan Covid-19.

“Bila tetap diselenggarakan, maka penyelenggara harus mengupayakan acara terselenggara di ruang terbuka, mendapatkan izin keramaian dari Polsek dan memberitahukan acaranya kepada Lurah atau Kepala Desa serta Camat” ujar Bupati

Bupati menjelaskan, diharapkan para penyelenggaran kegiatan juga mampu membatasi jumlah tamu atau undangan untuk meminimalisir terjadinya kerumunan dan mempertahankan jarak aman serta menyampaikan kepada tamu, undangan yang merasa tidak sehat untuk tidak menghadiri acara.

“Tidak menggelar pertunjukan atau acara hiburan yang dapat mengundang kerumunan orang serta menyediakan buku daftar tamu yang hadir dengan memuat sekurang-kurangnya nama, alamat dan nomor telepon tamu,” harapnya.

Selain itu kata Ketua DPD Partai Amanat Nasional ini. Setiap penyelenggara kegiatan, memastikan ruangan atau tempat acara dalam keadaan bersih dengan melakukan disinfeksi secara rutin selama acara berlangsung seperti tempat registrasi, tempat makan, toilet dan tempat lainnya.

“Melakukan pemeriksaan suhu badan disetiap titik pintu masuk dan amati kondisi umum pengunjung dan apabila terdapat peserta dengan suhu diatas 37, 30 C, maka untuk tidak diizinkan memasuki area dan segera menghubungi petugas kesehatan,” ujarnya.

Panitia acara juga diwajibkan mengawasi setiap tamu agar menggunakan masker saat memasuki lokasi acara. Mengatur antrean di tempat resepsi sedemikian rupa sehingga tidak terjadi kerumunan. Menginformasikan kepada seluruh tamu atau penyelenggara untuk tidak berjabat tangan dengan orang Iain dan tetap menjaga jarak fisik dengan tamu. Termasuk dalam pengambilan foto atau video bersama.

Juru bicara Percepatan Penanganan Covid-19, Supardi menjelaskan . Khusus dalam prosesi akad nikah agar dilakukan pembatasan jumlah orang yang mengikuti prosesi atau maksimal 10 orang. Calon mempelai dan anggota keluarga yang mengikuti prosesi tersebut harus mencuci tangan dengan sabun dan menggunakan masker, dan petugas, wali nikah dan calon mempelai laki-laki menggunakan sarung tangan dan masker pada saat ijab kabul.

“Yang punya hajatan juga harus menyediakan tempat khusus bingkisan dan sejenisnya di posisi yang tidak menimbulkan kerumunan dan menyediakan sarana cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir dan penyanitasi tangan (hand sanitizer) di setiap pintu masuk atau di tempat Iain yang mudah diakses.”

Ia juga mengharapkan panitia atau yang punya hajatan memajang informasi kesehatan kepada peserta dan panitia, serta memasang pesanpesan kesehatan, cara cuci tangan yang benar, cara mencegah penularan Covid-19, etika batuk atau bersin, dan cara memakai masker yang baik dan benar

“Waktu penyelenggaraan acara paling lama hingga pukul 21 .OO wita.”Jelasnya (ampa)

Comment